Selasa, 19 Februari 2013

Marry You

It's a beautiful night,We're looking for something dumb to do.Hey baby,I think I wanna marry you.
Is it the look in your eyes,Or is it this dancing juice?Who cares baby,I think I wanna marry you.
Well I know this little chapel on the boulevard we can go,No one will know,Come on girl.Who cares if we're trashed got a pocket full of cash we can blow,Shots of patron,And it's on girl.
Don't say no, no, no, no-no;Just say yeah, yeah, yeah, yeah-yeah;And we'll go, go, go, go-go.If you're ready, like I'm ready.
Cause it's a beautiful night,We're looking for something dumb to do.Hey baby,I think I wanna marry you.
Is it the look in your eyes,Or is it this dancing juice?Who cares baby,I think I wanna marry you.
I'll go get a ring let the choir bells sing like oooh,So whatcha wanna do?Let's just run girl.
If we wake up and you wanna break up that's cool.No, I won't blame you;It was fun girl.
Don't say no, no, no, no-no;Just say yeah, yeah, yeah, yeah-yeah;And we'll go, go, go, go-go.If you're ready, like I'm ready.
Cause it's a beautiful night,We're looking for something dumb to do.Hey baby,I think I wanna marry you.
Is it the look in your eyes,Or is it this dancing juice?Who cares baby,I think I wanna marry you.
Just say I do,Tell me right now baby,Tell me right now baby. [x2]
Cause it's a beautiful night,We're looking for something dumb to do.Hey baby,I think I wanna marry you.
Is it the look in your eyes,Or is it this dancing juice?Who cares baby,I think I wanna marry you.

Senin, 17 Desember 2012

Dear Someone



Semoga kamu dan keluarga sehat dan bahagia. Dengan segala hormat dan kerendahan hati izinkan aku mengungkapkan apa yang selama ini menjadi bahan pikiran yang sangat serius dalam benakku. Tak ada yang lebih berat sepanjang hidupku selain menulis surat ini, kuharap kamu tau itu. Mungkin sekarang sudah terlambat, tapi aku hanya ingin kamu tau betapa aku sangat menginginkanmu sekarang dan selamanya. Semua yang bisa kuberi telah kuberi, semua dan tanpa terkecuali. Rasa ini sangat tulus walau kadang aku sendiri tidak bisa memperlihatkannya langsung kepadamu. Inilah aku dengan sejuta kekuranganku. Seharusnya kamu tau betapa angan-anganku tinggi bersamamu. Betapa setiap malam aku bermimpi menginginkan kehidupan yang sempurna bersamamu, betapa aku ingin menata masa depanku denganmu. Kamu begitu sangat berarti dihidupku, karena kamu adalah bagian dariku. Kuharap kamu tau juga betapa aku sangat bahagia selama kita berhubungan dua tahun ini. Kamu hal terindah yang pernah terjadi padaku. Dulu, kamu mengeluarkanku dari keterpurukan masalaluku, dan saat ini kamu hancurkan aku lebih dari masalalu itu. Sungguh semua ini sangat sulit untuk dimengerti. Aku sungguh tak mau semuanya berakhir, sungguh-sungguh tak mau. Aku masih berharap semua ini hanya mimpi ketika aku terbangun. Aku masih sangat ingin mempertahankanmu, tapi kini semuanya tidak berarti apa-apa lagi. Dua hari yang lalu, ya dua hari itu adalah dua hari terlama dalam hidupku. Ada yang bilang, menunggu adalah hal yang paling membosankan dalam hidup. Sekarang aku tau, dan sekarang aku benar-benar merasakannya. Sangat-sangat membosankan, dan bodohnya masih tetap menunggu dalam ketidakpastian. Dua hari itu yang menyadarkan aku, dua hari itu yang membuat aku mengerti, dan dua hari itu yang meyakinkan aku untuk membuang jauh-jauh harapan ini. Dan setelah dua hari itu, aku lebih terluka lagi. Tentang photo itu, aku sangat-sangat terluka, bahkan perasaanku begitu sangat hancur, aku kecewa, begitu sangat kecewa. Segampang itu, semudah itu. “dipermainkan”, hanya itu satu-satunya alasan. Benar-benar berakhir dalam kekecewaan, ini sama sekali bukan akhir yang aku inginkan. Photo itu, mungkin saja kamu mempunyai alasan tersendiri untuk itu. Dan mungkin sekarang saatnya aku harus bisa mengikhlaskan kamu dan perasaanku. Mengikhlaskan semua yang telah terjadi dengan kita. Oh Tuhan, semoga apa yang telah kami lakukan bersama adalah sesuatu yang didasarkan atas cinta, bukan hanya nafsu semata. Semua yang telah kita lalui selama dua tahun ini mungkin hanya akan menjadi kenangan untuk aku dan kamu. Jauh disini, dilubuk hati ini tak ingin semuanya berakhir. Selama ini begitu banyak kesalahan yang telah kamu lakukan dalam hubungan kita, tapi aku menutup mata rapat-rapat, aku beranggapan itu hanyalah bumbu dalam berhubungan. Aku palingkan muka dari seseorang yang lebih indah, aku pekakan telinga dari perkataan mereka akan buruknya kamu, aku menutup mata dan perasaanku karena aku percaya padamu, aku sangat percaya sehingga tak terlihat noda setitikpun padamu. Cintaku kepadamu terlalu indah untuk dirusak oleh kebohongan. Ketahuilah, saying I love you, is the same as saying I live for you.
Disatu sisi masih ingin memilikimu, dan disisi lain aku sangat-sangat merindukan pria yang penyayang, yang anggun dalam memperlakukanku, yang berpotensi baik menjadi pemimpin untukku. Seharusnya cinta itu menjadikan aku lebih ceriah, lebih kuat, lebih tabah, dan lebih bersemangat. Dan seharusnya cinta menuntunku untuk menemukan nilai terindah dari impianku. Kamulah pria yang selalu aku bangga-banggakan, kamulah satu-satunya pria yang selalu aku sanjung-sanjung didepan teman-teman dan saudara-saudaraku, aku begitu sangat mencintaimu, sehingga aku mengagumimu. Semua yang aku katakan kepada mereka adalah tentang keindahanmu, baik itu nyata ataupun hanya imajinasiku saja. Karena aku ingin memperlihatkan kalau kamu begitu sangat sempurna untukku, sehingga tak ada satu alasanpun untuk meninggalkanmu. Bohong kalau aku tak pernah malu berhubungan dengan pria yang sembilan tahun lebih tua dariku, tapi aku berusaha mengubur dalam-dalam perasaan malu itu. Dan pada akhirnya aku terbiasa dan aku bisa mencintaimu seperti saat ini. Lebih baik pergi daripada tertekan. Karena, aku tahu bahwa semua yang ada pasti menjadi tiada pada akhirnya. Dan kali ini mungkin adalah giliranmu untuk pergi, aku sangat tahu itu. Kau tahu sayang, rasanya seperti angin yang tiba-tiba hilang berganti kemarau gersang. Pada air mata yang jatuh kali ini, aku selipkan salam perpisahan panjang. Mungkin saja kau pernah setia, dan pada kesetiaan yang pernah kau ukir, pada kenangan pahit manis selama kau ada, aku bukan ingin hendak mengeluh, tapi rasanya kau terlalu sebentar disini. Tanpa kau sadari, kaulah yang menjadikanku kekasih yang baik, mana mungkin aku setia padahal memang kecenderunganku adalah mendua, tapi kau mengajarkanku kesetiaan, sehingga aku setia, kau ajarkan aku arti cinta, sehingga aku mampu mencintaimu seperti ini. Kau dulu tiada untukku, dan sekarang kembali tiada. Disini, ditempat ini aku terus berfikir, aku terus bertanya-tanya. Disini, saat ini aku tak meminta penjelasan untuk semua ini. Aku sangat sadar, aku mungkin memang tidak bisa menggantikan dia dihatimu, aku memang tak seindah dia, tak bisa menuntunmu kejalan yang lebih baik seperti apa yang pernah dia lakukan untukmu (wanita masa lalumu). Tapi perlu kamu tahu, aku telah berusaha menjadi yang terbaik untukmu, berusaha memberi yang kadang terpaksakan. Aku mungkin sering melakukan kesalahan, tapi kamu harus tau, aku tak pernah takut untuk mengakui dan memperbaikinya.
Aku tak pernah ingin mengulang masa-masa yang telah berlalu, baik denganmu ataupun mereka pria dimasalaluku. Karena, sekaliku lupakan, takkan pernah ku ingat lagi. Kenyataan itu sungguh sangat-sangat pahit ya. Kamu hadir, menyapa, berlalu dan pergi begitu saja. Jika memang tak ada lagi, jika memang aku tak pernah berarti, aku takkan menyesal, takkan pernah menyesal dengan apa yang telahku lalui sampai hari ini. Rasaku sudah seperti abu. Aku bertekuk setiap malam, menjerit agar kenanganku terhapuskan. Luka, terluka, sungguh sangat terluka. Kuselami, namun tak bisa tenggelam. Kucari, namun tak ku temukan. Kukejar, namun tak dapat ku tangkap. Ingin kugenggam hatimu, namun aku tak mampu, karna bukan untukku, bukan milikku, dan tak pernah untukku. Dan aku lebih baik sendiri sekarang dan aku juga tidak mau sakit lagi. Terkadang sungguh aneh sebuah keinginan, semakin kucari semakin dia pergi. Mungkin kehilangan adalah jalan untuk mendapatkan. Orang bilang jodoh ditangan Tuhan. Mungkin saja sekarang aku milik seseorang yang lebih baik. Betapa sekarang aku sangat mengerti, karena yang kukira tak mungkin pun terjadi. Dan Terimakasih ntuk luka yang kamu beri, dan aku tak percaya kamu telah begini.
Sebagai akhir surat ini, aku ingin menyampaikan sedikit kata-kata yang pernah aku dengar yang menggambarkan dengan pasti isi hatiku untukmu,

I can listen no longer in silence.
I must speak to you by such means as are within my reach.
You pierce my soul.
I am half agony, half hope.
Tell me not that I am too late, that such precious feelings are gone forever.
I offer myself to you again with a heart even more than your own.
I have loved none but you
Unjust I may have been, weak and resentful I have been, but never inconstant.

Yours truly,
CYNTHIA DELWIS.